RSBI adalah Mengubah Budaya Belajar


PAMULANG – Sebanyak lima sekolah di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan berhasil meraih ISO, yang dinilai sebagai sekolah bertaraf internasional Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tangerang menyatakan, kelima sekolah itu terdiri tiga sekolah tingkat SLTP dan dua lainnya setingkat SLTA.

Tanya Jawab Seputar RSBI

Bisa anda paparkan lebih dulu, apa ide dasar dari program pengembangan sekolah menjadi RSBI ini?
Ide dasarnya tentu dari semangat peningkatan kualitas pendidikan yang diusung oleh UU Sisdiknas. Dalam UU ini disebutkan bahwa di tingkat daerah kabupaten/kota, minimal ada satu sekolah di setiap jenjang yang dikembangkan menjadi RSBI. Nah, lebih mendasar lagi, RSBI sebenarnya dihadirkan sebagai jawaban dunia pendidikan atas perkembangan jaman yang pesat sekarang ini. Era global tentunya menuntut sumberdaya manusia yang juga memiliki kualifikasi global. Karena itu perlu dimulai satu sistem pendidikan yang bisa menjembatani anak didik masuk ke dunia global.

Apa yang membedakan RSBI ini dan sekolah lain?
Ya namanya juga bidang pendidikan, perbedaan mendasar RSBI dengan sekolah lain itu pada konsep pembelajarannya. Di RSBI, selain menuntaskan kurikulum nasional harus ditambah dengan membuka kurikulum internasional.

Kalau hanya keharusan menerapkan kurikulum internasional untuk menjadi RSBI, berarti semua sekolah punya potensi menjadi RSBI?
Semua sekolah memang punya potensi untuk berkembang menjadi RSBI. Namun untuk bisa menerapkan kurikulum internasional, tidaklah semudah digambarkan. Sebab kurikulum internasional yang akan diadopsi itu memiliki standar yang itu harus dipenuhi oleh sekolah. Dari segi sarana prasarana misalnya, kurikulum internasional itu sudah mengarah ke basis teknologi informasi. Setiap ruangan belajar harus memiliki fasilitas multimedia untuk mendukung materi pembelajaran. Nah ini harus didukung dengan kemampuan guru dalam menguasai TI. Demikian juga dengan bahasa pengantar pembelajaran, sudah mengarah ke bilingual, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ini juga menuntut kesiapan dari masing-masing guru mata pelajaran.

Kalau boleh dipilah, penerapan kurikulum internasional untuk mengembangkan sekolah menjadi RSBI itu butuh dua hal besar. Pertama kesiapan sarana prasarana, dan kedua kesiapan sumberdaya manusia, khususnya para guru?
Termasuk tenaga kependidikannya; karyawan dan bagian tata usaha. Kesemua ini masih harus didukung dengan pengelolaan manajerial yang berstandar internasional. Khusus untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia, RSBI itu sudah menstandarkan 30 persen dari gurunya berkualifikasi S2. Sedang tenaga kependidikannya, minimal berkualifikasi S1. Diharapkan dengan pemenuhan kualifikasi elemen-elemen di sekolah ini, bisa mendukung manajemen pengelolaan yang baik, serta kualitas kegiatan belajar mengajar yang lebih baik.

Sepanjang pengalaman anda mengawal RSBI, tantangan besar itu pada hal yang mana, sarana prasarana atau sumberdaya manusia?
Tantangan lebih besar memang pada kesiapan sumberdaya manusia, khususnya para guru. Ini terlihat pada pemenuhan penerapan model bilingual sebagai bahasa pengantar. Bukan soal penguasaan Bahasa Inggrisnya, sebab ini bisa dipenuhi dengan membekali kemampuan berbahasa Inggris bagi para guru. Tantangannya itu lebih ke merubah kebiasaan dari mengajar berbahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, tantangan ini hampir di alami oleh semua sekolah.

Kalau dari anak didik, apakah model bilingual ini bisa diterima dengan baik?
Karena sedari awal sudah menetapkan diri sebagai RSBI tentu dalam menerima murid, kemampuan berbahasa Inggris ini juga menjadi ukuran penting. Menurut saya, anak didik sekarang itu, apalagi kalau sudah masuk SMA, sudah tidak asing lagi dengan Bahasa Inggris, beda dengan jaman saya dulu sekolah. Nah, dengan input yang sudah memiliki bekal komunikasi bilingual ini, tentunya hampir tidak ada kesulitan bagi anak didik di RSBI menerima pelajaran dalam bilingual.

Sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan, tentunya Bahasa Inggris yang digunakan guru untuk mengajar juga berbeda dengan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Bagaimana ini bisa dijalankan dengan baik oleh guru dan diterima dengan mudah oleh siswa?
Ya benar, secara content mata pelajaran, kami didampingi oleh banyak ahli dan pakar berbagai bidang keilmuan untuk mengembangkan bahan ajar dalam bilingual. Saat mengajar, pengunaan Bahasa Inggris digunakan guru sebagai pengantar, kalau sudah masuk ke content, guru bisa menggunakan bahasa Indonesia.

Banyak pandangan menyebut bila RSBI itu identik dengan biaya pendidikan yang mahal. Bisa dijelaskan kenapa?
Sebenarnya ukuran mahal itu kan relatif bagi satu orang dan orang yang lain. Tetapi memang mengembangkan RSBI itu butuh biaya yang lebih dibanding sekolah lain. Pertama tadi jelas untuk kelengkapan sarana prasarana yang berbasis multimedia dan TI. Kedua untuk peningkatan kualitas sumberdaya manusia –guru dan tenaga pendidik- berupa beasiswa studi atau kursus yang lain. Ketiga, penerapan kurikulum internasional sendiri bukan sesuatu yang murah.

Seperti apa operasionalisasi biayanya?
Contoh,
Di SMA Negeri 3 Malang misalnya, untuk turut mengadopsi dan mengembangkan kurikulum Cambridge, ada yang dinamakan Commitment Fee, itu besarnya Rp 24 juta pertahun dan selalu berubah sesuai fluktuasi mata uang internasional. Untuk ujian mendapatkan sertifikat Cambridge, satu mata pelajaran itu dicharge Rp 1 juta. Belum lagi terkait dengan kerjasama pembinaan dan pendampingan dalam rangka peningkatan kualitas manajemen dan sumberdaya manusia.

Dukungan dari pemerintah sendiri untuk RSBI ini bagaimana?
Dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota memang ada dukungan bantuan dan pendanaan, tetapi komposisinya masih lebih banyak dari pusat, provinsi saja tidak banyak.

Kalau dari biaya operasional saja tinggi, lalu dimana fungsi sosial dari RSBI?
Ada aturan bagi RSBI untuk menerima maksimal 10 persen anak didik dari keluarga yang tidak mampu namun tetap harus memiliki kemampuan akademi mengikuti pembelajaran di RSBI. Pemerintah juga tengah mencanangkan BKSM (Beasiswa Khusus Siswa Miskin) yang saya harapkan bisa mempermudah akses semua masyarakat memperoleh pendidikan di RSBI.


Just a person who care about ... love, family and carrier !

Tagged with:
Posted in Umum
5 comments on “RSBI adalah Mengubah Budaya Belajar
  1. Rivalena says:

    Untuk menjadikan suatu sekolah yang bertaraf Internasional, hendaknya menyiapkan terlebih dahulu SDM nya terutama dalam komunikasi berbahasa
    Inggris sambil menyiapkan sarana prasarana yang menunjang sekolah SBI tsb, apabila ini tidak disiapkan dengan matang maka SBI atau RSBI akan berjalan tidak seperti yang kita harapkan, bila perlu bisa saja guru yang sudah ada akan disaring kembali apabila layak untuk bergabung disekolah SBI , bila tidak mungkin bisa dimutasikan kesekolah lain yang belum RSBI. Hal ini untuk memacu percepatan ketercapaian sasaran yang kita harapkan dan memacu tenaga pendidik untuk selalu meningkatkan kwalitasnya.

    • andriabdurrahimsani says:

      permisi perkenlkan nama saya andri saya siswa smp. hmmmm. apakah sarana dan prasarana tersebut seperti ac per kelas kemudian kelas yang dilengkapi dengan audio visual? mohon di jawab. terimakasih

  2. LAILATUL BADRIYANI says:

    bg sya skolah RSBI jg prlu bg skolah2 yg msih brtaraf nsional. . .

  3. Herdiyanto says:

    Apabila anak yang sekolahnya tidak di RSBI akan tetapi faktanya pada ujian akhir mendapatkan nilai yang excellent (rata-rata nilai 10) sementara anak yang sekolah di RSBI rata-ratanya dibawah itu, lalu bagaimana penilaian pada saat penerimaan dijenjang berikutnya? karena menurut hemat kami banyak anak yang nilainya bagus tapi karena sesuatu hal dia memilih sekolah yang bukan RSBI. Mohon komentar dari yang berkompeten. Sekian dan terima kasih. Wassalam

  4. tuti nugroho says:

    Ada info SD dengan RSBI status di Tangerang dan sekitarnya? Please bagi info yaa, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: